Dimulai saat Dilara masuk ke kamar Cansu, ia mendapati Cansu tertidur memeluk foto Gulseren. Kemudian Cansu malah ribut dengan ibunya. Setelah itu Dilara mencari tau mengenai sekolah Hazal. Lalu ibunya mendatangi sekolah Hazal pada jam pulang sekolah. Dilara lalu mengajak Hazal masuk mobil dan mereka jalan-jalan. Pertama mereka ke restoran untuk makan siang, Hazal bercerita dengan Dilara tentang kehidupannya. Lalu mereka pergi berbelanja. Hazal senang karena ia bisa memilih barang yang mahal-mahal, baju sepatu, topi, sampai tablet mahal.
 |
Sinopsis Cansu dan Hazal Episode 10 |
Setelah puas belanja, mereka pun mampir ke cafe untuk minum. Disana ibu dan anak ini bicara panjang lebar, Hazal senang memiliki tablet yang bagus. Ia pun berfoto bersama ibunya.
Sementara di restoran saat Cihan dan Gulseren bertemu, mereka berdua berbincang panjang lebar. Cihan pun meminta Gulseren untuk meminta datang ke rumahnya besok. Obrolan pun berlarut, sepertinya mereka cocok, mereka malah curhat masing-masing. Gulseren cerita tentang pengajuan cerainya, begitu juga Cihan juga bercerita mengenai niat cerainya dengan Dilara. Sampai kemudian Cihan mengantar Gulseren pulang.
Di sisi lain ada tokoh baru yakni kakek Cansu alias ayah Cihan yang datang dari Rusia. dia sampai di rumah Cihan. Saat di rumah bertemu Cansu, Cansu tidak mengenalnya. tetapi akhirnya Cansu ingat, orang di depannya adalah Kakek Rahmi. Maklum sudah lama Cansu tidak bertemu kakeknya, ia bertemu Cansu terakhir saat Cansu masih kecil. Karena Cansu sakit, kakeknya kemudian memasak sup sayur daging untuk Cansu. Lalu saat Ozan datang, ia tau kakeknya datang dan memeluknya. Ozan sangat senang. Mereka kemudian bermain bersama kakeknya sembari melepas rindu.
Sementara Gulseren sepulang ketemu Cihan, ia bertemu temannya. Ia dibelikan baju oleh sahabatnya untuk Hazal. Dan mereka pergi ke sekolah Hazal. tapi betapa kaget Gulseren saat di sekolah, kata teman sekolah Hazal, Hazal dijemput seorang dengan mobil mewah. Tanpa pikir panjang Gulseren langsung mengira Hazal diculik Cihan. Ia langsung menuju ke kantor Cihan. Sampai di kantor ia marah-marah pada Cihan karena mengira Cihan menculik Hazal.
Lalu Cihan menelepon Dilara, ternyata yang mengangkat ponsel adalah Dilara. Cihan marah karena Dilara membawa Hazal tanpa sepengetahuannya. tetapi Dilara juga bersih keras bahwa apa yang dilakukannya adalah benar.
Sorenya Dilara pun pulang bersama Hazal. Hazal sempat bicara mengenai sekolahnya yang buruk. Hazal pun menanyakan sekolah Cansu, Setelah ia tau bahwa sekolah Cansu sekolah elite, Hazal pun mengeluh. Hazal mengira ia akan pulang ke rumah Dilara tapi Dilara mengatakan lain kali. Hazal marah karena mengira ibunya juga tidak menginginkannya.
Namun Dilara menenangkakannya, Dilara mengatakan akan mengurus semuanya. dia akan membawa Hazal ke rumahnya, tetapi ia harus mengurus semuanya dahulu. Dan akhirnya Hazal pun menurut, ia pun diantar pulang ke rumahnya.